Berita Terbaru

JAKARTA - Koperasi diarahkan untuk mengelola kapal wisata sebagai salah satu implementasi pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata atau community based tourism....
More inBerita  

Info Lelang

Detail
Rumah dan Tanah di Mapagan, Ungaran Barat, Kab. Semarang

Cocok untuk rumah hunian, homestay atau villa. Dilengkapi dengan kolam renang dan water heater. Lingkungan sejuk, nyaman, tenang, dan dekat dengan Objek Wisata Air.

 

Hubungi:
082138346799

Etsa

Detail
Rumah di Pudak Payung, Semarang

Hubungi:
082138346799

Etsa

Detail
Tanah di Tembarak, Temanggung

Tanah luas, cocok untuk bisnis property.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Detail
Rumah di Ngaliyan, Semarang

Nyaman untuk hunian, bebas banjir, 20 menit dari kota.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Detail
Villa di Sukorejo, Kendal

Bebas banjir, cocok untuk vila dan pertanian.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Detail
Tanah di Timpik, Susukan, Kab. Semarang

Tanah luas, cocok untuk perumahan.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Detail
Rumah di Tembalang, Semarang

Bebas banjir, cocok untuk rumah tinggal.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Detail
Rumah di Bukit Sari, Semarang

Cocok untuk rumah hunian.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Detail
Vila di Bandungan, Kab. Semarang

Lokasi vila strategis.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Detail Terjual
Rumah di Perum Dinar Mas, Semarang

Lokasi perumahan, nyaman untuk hunian.

 

Hubungi:

Etsa (Bag. Aset KSP Intidana)

082 138 346 799 (Call Only)

Detail
Rumah di Perum Permata Puri, Semarang

Lokasi di perumahan, nyaman untuk tempat tinggal.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Detail
Rumah di Perum Bale Agung, DIY

Lokasi strategis ditinjau dari aksesbilitas, dan lingkungan perumahan/cluster cukup aman.

 

Hubungi:

Etsa

082 138 346 799 (Call Only)

Video Galery


Roadmap Jaringan IntidanaIntidana CashJingle Intidana

Undang-undang Koperasi Baru

Undang2Liputan6.com, Jakarta: Rakyat Indonesia kini memiliki Undang-Undang Perkoperasian yang baru untuk menggantikan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pasalnya, dalam rapat paripurna DPR RI pada Kamis (18/10), DPR dan Pemerintah yang diwakili Menteri Koperasi dan UKM mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) sebagai Undang-Undang.

Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengatakan, persetujuan dari DPR yang kemudian disahkan dalam rapat paripurna merupakan satu kemajuan mengingat RUU Perkoperasian ini alot dalam pembahasannya. "Hal ini mempunyai makna yang sangat penting dan bersejarah bagi pemberdayaan Perkoperasian di Indonesia," kata Syarief dalam pembacaan pandangan pemerintah di sidang Paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10).

Menurut Syarief, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian pada kenyataannya sudah tak memadai untuk digunakan sebagai instrumen pembangunan koperasi untuk dijadikan landasan hukum bagi pengembangan dan pemberdayaan koperasi. Terlebih dihadapkan kepada perkembangan tata ekonomi nasional dan global yang semakin dinamis dan penuh tantangan.

"Hal tersebut dapat dilihat dalam ketentuan yang mengatur nilai dan prinsip koperasi, pemberian status badan hukum, permodalan, kepengurusan, kegiatan usaha simpan pinjam koperasi dan peranan pemerintah," imbuh Syarief.

Lebih lanjut politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, ada beberapa substansi penting sebagai wujud pembaharuan hukum yang telah dirumuskan bersama dalam UU Perkoperasian. "Salah satunya poin kedua yakni untuk mempertegas legalitas koperasi sebagai badan hukum maka pendirian koperasi harus melalui akta otentik," paparnya.

Karena itu, pemberian status dan pengesahan perubahan Anggaran Dasar merupakan wewenang dan tanggung jawab Menteri. Dalam hal permodalan dan selisih hasil usaha, juga disepakati rumusan modal awal koperasi serta penyisihan dan pembagian cadangan modal.

Pemerintah juga diamanatkan untuk dapat membentuk Lembaga Penjamin Simpanan anggota KSP (LPS-KSP) melalui Peraturan Pemerintah. Selain itu pemerintah juga diamanatkan untuk membentuk Lembaga Pengawas KSP (LP-KSP) yang bertanggung jawab kepada Menteri melalui Peraturan Pemerintah.

"Gerakan koperasi juga didorong untuk membentuk suatu lembaga yang mandiri dengan menghimpun iuran dari anggota serta membentuk dana pembangunan, sehingga pada suatu saat nanti DEKOPIN akan dapat sejajar dengan organisasi koperasi di negara lain yang mandiri sehingga dapat membantu koperasi dan anggotanya," ujar Syarief.(AIS)

 

Sumber : liputan6.com